DKI Jakarta –
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesi (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah dalam berada dalam pelaku pangsa bersikap
'wait and see' terhadap rilis data- data perekonomian Amerika (AS).
IHSG ditutup melemah 55,85 poin atau 0,74 persen ke sikap 7.501,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,14 poin atau 0,87 persen ke sikap 931,12.
“Para pelaku lingkungan ekonomi mengantisipasi rilis data Inflasi AS, yaitu Consumer Price Index (CPI) pada Kamis (10/10) serta Producer Price Index (PPI) pada hari hari terakhir pekan (11/10)," sebut Tim Studi Phillip Sekuritas Indonesi pada kajiannya di dalam Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, pelaku bursa meninggalkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan depan.
Saat ini kesempatan ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 bps mencapai 87,3 persen, dengan potensi The Fed tidak ada merubah suku bunga mencapai 12,7 persen, dibandingkan pekan berikutnya yang mana mana prospek penurunan suku bunga sebesar 50 bps mencapai 36,8 persen.
Dari lingkungan ekonomi komoditas, nilai tukar kontrak berjangka (Futures) emas turun merosot 1,15 persen, seiring dengan pudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps.
Selain itu, biaya kontrak minyak mentah anjlok lebih besar dari 4 persen, tertekan oleh berita kemungkinan gencatan senjata antara Hizbullah juga Israel.
Dibuka melemah, IHSG betah ke teritori negatif sampai penutupan pertemuan pertama perdagangan saham. Pada pembukaan kedua, IHSG masih betah pada zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Skala Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur sebesar 0,17 persen, dihadiri oleh oleh sektor kebugaran yang dimaksud naik sebesar 0,13 persen.
Sedangkan, sembilan sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling di minus 0,72 persen, disertai oleh sektor properti kemudian sektor barang baku yang masing- masing turun sebesar 0,70 persen juga 0,66 persen.
Saham-saham yang tersebut mengalami penguatan terbesar yaitu LEAD, BCIC, PDPP, PPRE dan juga SPRE. Sedangkan saham-saham yang mana mengalami pelemahan terbesar yakni MEJA, MANG, TOBA, ISAT kemudian KPIG
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.212.197 kali kegiatan dengan jumlah keseluruhan saham yang digunakan diperdagangkan sebanyak-banyaknya 34,47 miliar lembar saham senilai Rp12,76 triliun. Sebanyak 237 saham naik 334 saham menurun, dan juga 228 tidaklah menggerakkan nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 340,50 poin atau 0,87 persen ke 39.278,00, indeks Hang Seng melemah 289,54 poin atau 1,38 persen ke 20.637,24, indeks Shanghai melemah 230,91 poin atau 6,62 persen ke 3.258,86, juga indeks Strait Times menguat 18,30 poin atau 0,51 persen ke 3.593,98.
Artikel ini disadur dari IHSG ditutup melemah di tengah ‘wait and see’ data-data ekonomi AS