Awas Duit Terkuras, Hal ini 6 Ciri-Ciri Rekening Dibobol Maling

Daftar Isi
- 1. Aktivitas Tidak Sah
- 2. Notifikasi Perubahan
- 3. Panggilan Palsu
- 4. Pesan Mencurigakan
- 5. Call Forwarding
- 6. SIM Swap Fraud
Jakarta – Teknologi bagai pisau bermata dua. Disamping manfaatnya yang digunakan banyak, kecanggihan ini juga dimanfaatkan sindikat kecurangan untuk melakukan kejahatan salah satunya pembobolan rekening.
Mengutip platform resmi OCBC NISP, terdapat beberapa orang ciri-ciri tabungan yang tersebut telah lama dibobol. Tak jarang pelaku pembobolan tabungan melakukan aksinya dengan mulus, sehingga individu yang terjebak bukan menyadari bahwa ia sedang menjadi target peretasan.
Berikut ciri-citi account telah dilakukan dibobol oleh pelaku kejahatan:
1. Aktivitas Tidak Sah
Nasabah yang dimaksud lengah memperhatikan aktivitas operasi masuk maupun pergi dari account menjadi incaran para pelaku. Sehingga, mulai pada waktu ini berhati-hatilah dan juga rajin untuk memonitor proses yang tersebut berlangsung dalam rekeningmu, bahkan hingga nominal kegiatan sekecil apapun itu.
2. Notifikasi Perubahan
Seringkali asabah abai terhadap pemberitahuan yang mana masuk ke ponsel, entah melalui SMS, telepon, maupun email. Jika kamu pernah menerima email yang mana menyatakan detail akun tabungan kamu sudah pernah berubah, namun kamu tidak ada mengubahnya, kemungkinan akunmu sudah pernah diretas.
3. Panggilan Palsu
Panggilan palsu kerap dialami oleh para korban. Tiba-tiba mendapat telepon dari nomor yang dimaksud tak dikenal, kemudian mengaku berasal dari staf bank tertentu.
Untuk mengantisipasinya, bersikeraslah untuk memohon mereka kembali meneleponmu menggunakan nomor telepon perusahaan. Melalui cara ini, kita akan tahu apakah beliau sedang berbohong atau tidak.
4. Pesan Mencurigakan
Selain telepon, pelaku pembobolan akun ini juga melancarkan aksinya melalui teks instruksi singkat, baik SMS maupun WhatsApp. Nasabah yang dimaksud mendadak mendapatkan arahan dari nomor yang mana bukan dikenal, sebagaiknya abaikan saja.
5. Call Forwarding
Modus ini artinya mengalihkan komunikasi telepon dari satu nomor ponsel ke nomor ponsel lainnya atau membajak nomor ponselnya. Jadi semua panggilan ataupun hal lainnya akan dialihkan ke nomor yang mana dituju.
Ini bisa jadi digunakan untk mendapatkan OTP. Nomor kode itu akan diterima segera dari nomor ponsel korbannya.
“Kemungkinan besar kesulitan muncul akibat adanya OTP yang digunakan diminta ke orang yang terdampar segera melalui voice atau SMS ke nomor ponsel ponsel orang yang terluka Karena kan bisa saja kita daftar dengan aplikasi mobile di dalam ponsel baru dengan memasukkan nomor dan juga nomor itu akan dikirimi OTP,” kata Executive Director Tanah Air ICT Institute, Heru Sutadi, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengungkapkan bahaya pemanfaatan Call Forwarding. Menurutnya fasilitas sanggup menguasai perangkat korbannya juga menguasai akun yang tersebut telah terjadi menggunakan TFA (two factor authentication).
“Akun seperti Gopay, OVO, Tokped dan juga sejenisnya, internet banking, otorisasi kartu kredit itu semua akan dikuasai. Termasuk akun internet email, sosmed, Whatsapp juga lainnya yang digunakan menggunakan otorisasi lewat OTP,” jelasnya.
6. SIM Swap Fraud
Pelaku menggunakan modus ini dengan mengaku sim card individu yang terjebak sebagai miliknya. Berikutnya merek akan mengajukan permohonan operator membuatkan sim card dengan nomor yang dimaksud sama.
Pengamat keamanan siber Ruby Alamsyah juga pernah menjelaskan tahapan yang tersebut dilalui pelaku sebelum membobol akun korbannya.
Pelaku melakukan pendekatan ke orang yang terluka yang digunakan dinamakan “phising” atau mengelabui penderita untuk mendapatkan data-data pribadi. Hal ini dilaksanakan dengan menghubungi individu yang terjebak seperti SMS dengan mengirimkan link palsu.
Setelah mendapatkan username, pelaku akan datang ke gerai operator kemudian berpura-pura kehilangan SIM. Mereka akan mengisi formulir berdasarkan data yang telah terjadi didapatkan melalui modus phishing sebelumnya untuk mendapatkan kartu SIM korban.
Setelah mendapatkan SIM, mereka akan mendownload program mobile banking yang digunakan digunakan korban. Mereka akan menggunakan username serta password untuk login ke program tersebut. Pelaku akan melakukan reset password dengan kode verifikasi terkirim melalui SMS.
Next Article Eks Karyawan Bobol Duit Rp1,39 M, Saham Bank Jago (ARTO) Longsor
Artikel ini disadur dari Awas Duit Terkuras, Ini 6 Ciri-Ciri Rekening Dibobol Maling






