Timur Tengah Memanas, Hal ini Perbandingan Teknologi Rudal Iran juga Sistem Keamanan Lingkungan negeri Israel

Jakarta – Ketegangan dalam Timur Tengah kian meningkat setelahnya serangan rudal balistik oleh Iran ke arah tanah Israel pada Selasa malam, 1 Oktober 2024. Iran menyerang pangkalan militer Nevatim, tempat kejadian senjata pertahanan udara, lalu markas besar intelijen Mossad, dengan sedikitnya 180 rudal balistik waktu malam itu.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memaparkan bahwa rudal-rudal yang disebutkan ditembakkan sebagai respons Teheran terhadap pembunuhan warga sipil di Daerah Gaza kemudian baru-baru ini dalam Lebanon, pembunuhan pemimpin IRGC, Hamas, serta Hizbullah oleh Israel.
Dalam serangan ini, sumber negara Israel mengklaim rudal-rudal yang dimaksud berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udaranya. Iran mengungkapkan sebagian rudalnya mencapai sasaran.
Berikut perbandingan kemampuan teknologi persenjataan rudal balistik Iran kemudian sistem pertahanan udara Israel, seperti dilansir The Times of India:
Kekuatan Rudal Iran
Iran mempunyai persenjataan artileri juga Sistem Roket Peluncur Ganda atau Multiple Launch Rocket Systems (MLRS) yang sangat jauh tambahan besar dibandingkan Israel. Namun, sistem senjata ini mempunyai keterbatasan jarak kemudian harus ditempatkan dekat dengan perbatasan negara Israel agar efektif. Sebab, artileri serta MLRS konvensional yang jangkauannya 70-80 km tidak ada dapat mencapai tanah Israel dari tempat pada waktu ini.
Iran juga dikenal mempunyai beraneka jenis rudal balistik jarak pendek, menengah, juga jauh. Menurut laporan Missile Threat Project at the Center for Strategic and International Studies (CSIS) tahun 2021, Tehran mempunyai ribuan rudal balistik juga jelajah dengan bermacam jangkauan.
Sistem rudal balistik Iran teristimewa terdiri dari rudal jarak pendek lalu menengah, seperti Fateh, Sajjil, Shahab, Qiam, kemudian Khorramshar. Beberapa rudal paling signifikan pada arsenal Iran adalah Shahab-2 dengan jangkauan hingga 500 km serta Fateh-313. Keduanya merupakan jenis rudal jarak pendek.
Sementara itu, rudal jarak menengah Shahab-3 mampu mencapai jarak hingga 2.000 km. Menurut Iran Watch, rudal jarak menengah terbaru Iran seperti Ghadr dan juga Emad miliki tingkat akurasi yang tersebut lebih besar tinggi, dengan kemampuan menghancurkan target di radius 300 meter.
Dalam serangan Selasa lalu, media Iran melaporkan bahwa Teheran menggunakan rudal baru, Fateh-1. Rudal ‘hipersonik’ ini melonjak dengan kecepatan Mach 5, atau lima kali kecepatan ucapan (6.100 km per jam).
Sistem Keamanan Israel
Israel mengandalkan sistem pertahanan rudal berlapis untuk melindungi dirinya dari serangan rudal lalu roket yang dimaksud datang. Lapisan pertama pertahanannya adalah Iron Dome, yang digunakan dirancang untuk mencegat roket serta senjata artileri jarak pendek yang biasanya ditembakkan oleh kelompok milisi di perbatasan.
Namun, seperti dilaporkan oleh CNN, Iron Dome bukanlah sistem yang dimaksud digunakan untuk menghadapi rudal balistik yang tersebut dirilis Iran pada Selasa di malam hari itu.
Untuk menghadapi rudal balistik jarak menengah dan juga jauh, negara Israel mengoperasikan sistem David’s Sling kemudian Arrow. David’s Sling, dikembangkan dengan oleh perusahaan negeri Israel Rafael Advanced Defense System kemudian raksasa teknologi Amerika Serikat Raytheon, dirancang untuk berperang melawan rudal jarak pendek hingga menengah. Sistem ini menggunakan rudal Stunner juga SkyCeptor, yang sanggup menghancurkan target hingga jarak 186 mil.
Sementara itu, Arrow 2 kemudian Arrow 3 dirancang untuk menghadapi ancaman rudal balistik yang digunakan lebih tinggi besar. Arrow 2 menggunakan hulu ledak fragmentasi untuk menghancurkan rudal balistik yang dimaksud masuk di fase terminal. Sementara Arrow 3 menggunakan teknologi hit-to-kill untuk mencegat rudal balistik di dalam luar angkasa sebelum kembali masuk atmosfer.
Artikel ini disadur dari Timur Tengah Memanas, Ini Perbandingan Teknologi Rudal Iran dan Sistem Pertahanan Udara Israel






