Ayah-Bunda Segera Hentikan! Haram Ucapkan 4 Kata Ini adalah ke Anak Bungsu

Daftar Isi
- 1. “Anak bayi/baby”
- 2. “Sudahlah”
- 3. “Berhentilah menangis, kamu seperti bayi”
- 4. “Kamu harus dapat lebih tinggi dari kakakmu”
Jakarta – Mengasuh anak bukanlah semata-mata persoalan memenuhi permintaan fisik, namun juga menyimpan keseimbangan mental anak. Bunda dan juga Ayah harus selalu berhati-hati di memilih kata atau kalimat yang dimaksud diucapkan terhadap Si Kecil.
Kesehatan mental anak sangat berhubungan dengan cara mereka memandang diri sendiri lalu lingkungan sekitarnya, yang dimaksud akan memengaruhi kemampuan merekan di menghadapi tantangan hidup.
Anak-anak yang digunakan miliki keseimbangan mental yang tersebut baik akan terus-menerus merasa disukai serta aman. Mereka akan merasa bahagia kemudian mempunyai pandangan positif terhadap diri sendiri.
Untuk menyimpan kesehatan mental anak, khususnya si bungsu, terdapat beberapa kata yang sebaiknya dihindari oleh penduduk tua, demi menjauhi dampak negatif jangka panjang.
Beberapa kata berikut sebaiknya dihindari pada waktu berinteraksi dengan anak bungsu, dikarenakan dapat memengaruhi konsep diri serta cara berpikir mereka, diambil dariĀ Hai Bunda, Hari Sabtu (5/10/2024):
1. “Anak bayi/baby”
Menurut psikolog klinis Mary Ann Little, PhD, menyebutkan bahwa kata ini secara tegas menguatkan status anak sebagai bayi pada keluarga. Hal ini menimbulkan anak bungsu merasa bukan miliki tanggung jawab serta ekspektasi yang digunakan sejenis seperti kakak-kakaknya. Gagasan diri anak sangat dipengaruhi oleh pandangan khalayak tua terhadap mereka.
2. “Sudahlah”
Seringkali, sewaktu anak bungsu menolak melakukan tugas, penduduk tua mengambil alih pekerjaan tersebut. Ketika ini terjadi, anak belajar bahwa penduduk tua tidaklah mempunyai harapan besar terhadap mereka. Anak penting mengalami frustrasi untuk belajar menguasai situasi lalu merancang toleransi terhadap tantangan hidup.
3. “Berhentilah menangis, kamu seperti bayi”
Menyuruh anak bungsu berhenti menangis dapat berdampak buruk pada kemampuan mereka untuk mengomunikasikan emosi. Menurut psikolog Dr. Nicholas Forlenza, anak-anak harus merasa aman untuk mengekspresikan perasaan mereka, khususnya ke lingkungan keluarga. Menekan emosi mereka dapat berdampak negatif pada perkembangan mental mereka itu ke masa depan.
4. “Kamu harus sanggup lebih banyak dari kakakmu”
Pernyataan ini memulai persaingan antar saudara kemudian menanamkan perasaan tak mampu. Membandingkan anak-anak secara secara langsung dapat menyebabkan rasa malu juga dendam, yang mana pada akhirnya akan menghancurkan hubungan dia dengan saudara kandung.
Dalam rute pengasuhan, penting bagi penduduk tua untuk selalu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap kata yang digunakan diucapkan. Hal ini bertujuan untuk menjamin kesehatan mental kemudian kesejahteraan anak tetap terjaga.
Next Article Mau Punya Anak Sukses? Orangtua Jangan Katakan 4 Kalimat Ini
Artikel ini disadur dari Ayah-Bunda Segera Hentikan! Haram Ucapkan 4 Kata Ini ke Anak Bungsu






