Bryan Acosta Dipermalukan di area Kelas 55,3 Kg, Balik ke Kelas 57,1 Kg

Fibingunp – Petinju Bryan Acosta yang tersebut dipermalukan Ramon Cardenas di area kelas bantam super 55,3 kilogram memutuskan kembali ke kelas bulu 57,1 kg. Petinju berusia 26 tahun ini kalah nomor mutlak pada hari Hari Sabtu dari Ramon Cardenas pada pertandingan utama ProBox TV yang berlangsung selama 10 ronde.
Bryan Acosta tertinggal dalam awal pertandingan dari petinju yang digunakan lebih besar berpengalaman, namun ia mampu bangkit dan juga menjatuhkan petinju favorit tuan rumah tersebut. Kini, setelahnya bertarung untuk pertama kalinya di kelas 55,3 kilogram, Acosta mengungkapkan bahwa ia akan mengakibatkan pengalaman yang dimaksud ke kelas bulu 57,1 kg untuk melanjutkan kampanyenya ke pada pertarungan.
”Itu memberi saya keyakinan lebih besar pada karier saya, oleh sebab itu di divisi yang digunakan bukanlah divisi saya, saya menyebabkan laga ini melawan [petarung] teratas. Jadi saya rasa dalam kelas saya, saya akan melakukan pekerjaan yang mana lebih besar baik,” kata Acosta, 20-1 (8 KO), yang digunakan berperingkat No. 14 dalam IBF dengan berat badan 57,1 kg.
”Saya pikir pertarungan ini saya memulai dengan sedikit lambat karena… ini tidak kelas saya,” katanya. ”Saat ronde-ronde terus berlanjut, saya mulai mendapatkan ritme tinju saya. Pada ronde ketujuh, saya menjatuhkannya. Saya kira ronde kelima adalah pada waktu saya mulai bangkit, namun inilah tinju. Saya berbicara dengan promotor saya, Sampson [Lewkowicz], lalu kami akan kembali ke kelas 57,1 kg.”
Acosta, yang bertarung di laga profesional pertamanya di setahun – ia juga menjalani laga profesional IBA pada bulan April lalu – mengungkapkan bahwa untuk naik ke kelas bulu kategori junior tidak ada terlalu sulit, berkat timnya, yang dimaksud dipimpin oleh ahli Alfredo Caballero. Namun, petinju berpostur 5 kaki 7 inci ini merasa lebih besar cocok untuk bertarung di dalam kelas 126.
Acosta mengungkapkan bahwa rencananya pada waktu ini adalah untuk beristirahat setelahnya pertarungan yang tersebut berat ini, kembali ke sasana lalu mengantisipasi jadwal pertarungan berikutnya. ”Kekalahan ini memberi saya lebih besar dari 20 laga yang saya menangkan. Kekalahan ini memberi saya tambahan sejumlah pengalaman serta kepercayaan diri,” kata Acosta. “Percayalah, saya akan kembali dengan lebih banyak baik di area laga berikutnya.
“Saya harap semua orang di area San Antonio menyukai pertarungan saya lalu dia tidak ada melupakan nama saya, oleh sebab itu saya akan terus maju. Saya akan menjadi juara dunia. Ingatlah nama saya.”






