NASA Sebut Permukaan Air Laut Global Bertambah Lebih Tinggi dari Prediksi

Fibingunp – NEW YORK – Badan Antariksa Amerika Serikat ( NASA ) pada hari Kamis melaporkan bahwa permukaan air laut global akan naik tambahan tinggi dari yang tersebut diperkirakan pada tahun 2024, didorong oleh fenomena ekspansi termal air laut juga mencairnya lapisan es juga gletser.
Seperti dilansir dari DPA, menurut analisis NASA, laju kenaikan permukaan laut tahunan tahun lalu adalah 5,9 milimeter dibandingkan dengan perkiraan 4,3 milimeter, menjadikan tahun 2023 sebagai tahun terhangat yang digunakan pernah tercatat.
Secara keseluruhan, laju kenaikan permukaan laut sudah pernah berlipat ganda di 30 tahun, dengan permukaan laut global naik sebesar 10 sentimeter (cm) sejak pencatatan satelit mengenai tinggi permukaan laut dimulai pada tahun 1993.
“Peningkatan yang dimaksud kita lihat pada tahun 2024 tambahan tinggi dari yang diharapkan,”
“Setiap tahun ada sedikit variasi, tetapi yang dimaksud jelas adalah bahwa permukaan air laut terus meningkat juga laju kenaikannya semakin cepat,” kata Josh Willis, individu peneliti di area Laboratorium Propulsi Jet NASA.
Pada tahun 2024, kenaikan permukaan laut khususnya akan disebabkan oleh ekspansi termal, dibandingkan dengan tren sebelumnya yang meninjau gletser kemudian lapisan es mencair sebagai kontributor utama.
“Dengan tahun 2024 menjadi tahun terhangat yang mana pernah tercatat, lautan Bumi juga mengalami dampak yang digunakan sama, mencapai tingkat tertingginya di tiga dekade,” kata Nadya Vinogradova Shiffer dari NASA.






