Konservasi Indonesia: Burung Papua Terancam Perburuan, Pembukaan Lahan hingga Infrastruktur

Jakarta – Senior Vice President and Executive Chair, Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany, mengatakan, keberadaan burung pada Papua terancam antara lain oleh sebab itu perburuan liar lalu inisiasi lahan. “Ada untuk ada perkebunan, ada juga dari pengembangan infrastruktur juga cukup banyak,” katanya pada waktu ditemui di Komunitas Salihara Arts Center, Jakarta, Hari Jumat 11 Oktober 2024.
Menurut Meizani, pada perburuan, yang digunakan banyak disasar adalah burung Cendrawasih. Burung khas Papua itu berbagai dicari oleh pemburu untuk diambil bulunya juga diperdagangankan. Biasanya dipakai sebagai hiasan.
Meizani juga menambahkan, terkadang rakyat adat masih memanfaatkan bulu Cenderawasih untuk kepentingan adat. “Ini butuh pemahaman sama-sama untuk perlindungan,” ucapnya.
Tokoh Budaya Fakfak, Fredrikus Warpopor, menyatakan pengaplikasian bulu burung digunakan untuk hiasan pada mahkota adat. Bulu burung tertentu diartikan sebagai keindahan kemudian kepemimpinan. “Hanya khalayak tertentu belaka yang tersebut memakai juga diperbolehkan adat,” tuturnya ketika ditemui di kesempatan yang tersebut sama.
Namun pengaplikasian burung yang mana dilindungi, kata Fredrikus, telah mulai dikurangi seiring dengan adanya pemahaman tentang pentingnya pengamanan satwa liar. Bulu dari burung yang tersebut dilindungi biasaya diganti dengan unggas lain yang bukan masuk di kategori satwa dilindungi.
Salah satu cara yang digunakan dijalankan Fredrikus untuk menyosialisasikan dan juga mengabadikan burung di dalam Papua Barat adalah memotret kemudian menuliskan pada buku. Dia bergabung berkontribusi pada sebuah proyek penulisan buku oleh Konservasi Negara Indonesia yang mana sekarang ini telah lama terbit dengan judul ‘Burung-burung di Tinjauan Budaya Mbaham Matta, Fakfak’.
Fredrikus mengungkapkan, burung-burung pada buku yang disebutkan ada yang masuk di lagu-lagu yang dinyanyikan rakyat adat. Syair lagu juga menggambarkan ciri khas kemudian aktivitas burung tersebut. “Ketika didokumentasikan kemudian apalagi telah jadi buku, kita enak nyanyi, kita juga tahu burungnya,” ujarnya.
Artikel ini disadur dari Konservasi Indonesia: Burung Papua Terancam Perburuan, Pembukaan Lahan hingga Infrastruktur






