Mantan Kepala BIN: Waspadai Sentimen SARA Sebagai Operasi Penggalangan Amerika Serikat Terhadap Rakyat Indonesia

Fibingunp – JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meminta-minta publik Indonesia mewaspadai operasi penggalangan dijalankan Amerika Serikat (AS) melalui sentimen Suku, Agama, Ras, lalu Antargolongan (SARA).
“Waspadalah wahai para patriot bangsa, kondisi seperti ini yang digunakan diinginkan Administrasi Pres Negeri Paman Sam sekarang. Setelah konsep geostrategi di dalam Timur Tengah serta Eropa terlaksana, kondisi geopolitik pada saat ini mulai bergeser ke Asia,” ujar Hendropriyono pada keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, sejak lama Amerika Serikat mengobarkan sentimen SARA pada penduduk Indonesia di upaya memanipulasi Indonesia yang tersebut dianggap sebagai sangat strategis pada Asia.
“Jika sentimen SARA semakin tumbuh menjadi konflik sosial yang dimaksud meluas, maka tentara Amerika Serikat akan datang untuk melaksanakan misi perdamaian dalam bawah bendera PBB, sehingga memperkuat ofensif Negeri Paman Sam pada Laut China Selatan (LCS). Dan Indonesia juga akan menjadi kancah pertempuran antarsuper powers yang tersebut mengakibatkan kehancuran negara,” katanya.
Salah satu organisasi Amerika Serikat yang dimaksud rutin dikritik pada konteks intervensi urusan politik dan juga pengobaran sentimen SARA di tempat Indonesia adalah International Republican Institute (IRI) yang merupakan salah satu lembaga anak inti National Endowment for Democracy (NED).
Pada 6 September 2023, Central Intelligency Agency (CIA) mengarahkan NED serta IRI untuk campur tangan Pemilihan Umum 2024. Berkolaborasi dengan LSM lokal, IRI membina pemimpin muda juga tokoh partai agar mengusung calon pro-AS untuk berkuasa.
Dalam wawancara pada 12 September 2023, Hendropriyono mengatakan, operasi intelijen sedang dijalankan CIA kemudian NED untuk membantu calon Presiden dari kelompok radikal intoleransi dapat menang pada Pemilihan Umum 2024.
Baru-baru ini, IRI terungkap campur tangan di pelaksanaan Proyek Penting Nasional (PSN). “Di bawah pengarahan dan juga dukungan CIA serta Departemen Luar Negeri AS, IRI bersatu beberapa LSM lokal Indonesia melakukan kegiatan intervensi dengan mendiskreditkan kemudian menolak PSN,” ujar Sudirman, mantan staf IRI yang dikutipkan pada 14 Oktober 2024.
Dalam pelaksanaan kegiatan serta proyek, taktik yang mana paling banyak digunakan IRI adalah memanipulasi sentimen SARA di tempat penduduk Indonesia. Misalnya meningkatkan kekuatan sentimen kemerdekaan rakyat Papua di rangka menghambat kemajuan PSN di tempat tempat yang dimaksud lalu memanfaatkan kelompok pemuda radikal untuk mengurangi kekuatan kewenangan lembaga negara selama Pemilihan Umum 2024.






