Taklukkan Gunung Vinson, Pendaki Putri Indonesia Dekati Rekor Asia Tenggara

Fibingunp – JAKARTA – Pendaki putri dengan syarat Indonesia, Putri Handayani dua langkah lagi untuk merengkuh rekor sebagai perempuan Asia Tenggara pertama yang dimaksud mendapat predikat The Explorer’s Grand Slam.
The Explorer’s Grand Slam adalah predikat yang dimaksud diberikan terhadap manusia pendaki apabila berhasil menapaki kaki di tempat tujuh puncak gunung tertinggi dalam tujuh benua, juga melakukan penjelajahan ke Kutub Utara juga Kutub Selatan.
Pada 8 Januari 2025, Putri Handayani mempersembahkan kado tahun baru untuk Indonesia. Perempuan selama Sumatra Utara sukses menaklukkan atap tertinggi dalam Kutub Selatan, Gunung Vinson.
Puncak Vinson adalah gunung tertinggi di area Wilayah Antartika dengan ketinggian 4,892 mdpl. Hal ini merupakan pendakian keenam bagi Putri untuk mendekati predikat The Explorer’s Grand Slam.
Usaha Putri Handayani untuk mencapai status itu sudah ada berlangsung sejak 2016. Pada tahun tersebut, beliau berhasil mencapai titik tertinggi Gunung Kilimanjaro di dalam Afrika dan juga Carstensz Pyramid di area Indonesia, masing-masing diadakan oleh Putri pada Februari kemudian Agustus.
Satu tahun kemudian, Putri menaklukkan Gunung Elbrus dalam Rusia (Eropa). Lalu pada tahun 2018, ia sukses menjejakkan kaki di tempat puncak Gunung Aconcagua, Argentina (Amerika Selatan).
Putri lalu membutuhkan waktu kurang lebih tinggi enam tahun lamanya untuk menjalani dua misi berikutnya. Dimulai dengan puncak Gunung Denali pada Amerika Serikat pada Juni 2022 kemudian dilanjutkan dengan Gunung Vinson pada awal tahun ini.
Keberhasilan Putri Handayani mencapai atap Gunung Vinson disambut baik oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sebuah acara sharing session untuk menceritakan pengalamannya dihelat pada Kantor KOI, Ibukota Indonesia pada Kamis (23/1/2025).
Putri mengatakan, upayanya untuk menaklukkan atap-atap bumi bagian dari perjuangan mengharumkan nama Indonesia. Dia juga ingin membuktikan bahwa perempuan juga mampu mencapai predikat The Explorer’s Grand Slam.
“Ini bukanlah hanya saja tentang pendakian, tetapi juga tentang membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu menghadapi tantangan-tantangan besar di area bidang apa pun,” ujar Putri di dalam Jakarta, Kamis (23/1/2025).
“Saya mendedikasikan pendakian ini untuk Indonesia kemudian untuk semua perempuan yang dimaksud percaya bahwa mimpi besar bisa jadi dicapai dengan tekad dan juga usaha,” sambungnya.
Kini, Putri Handayani cuma membutuhkan dua puncak lagi untuk menjadi perempuan Asia Tenggara pertama yang mana mendapat status The Explorer’s Grand Slam. Putri tinggal mendaki Gunung Everest juga menjelajahi Kutub Utara.






