Sejarah Singkat Pemberian Gelar Kelas Berat Reguler WBA

Fibingunp – Sejarah singkat pemberian peringkat kelas berat reguler WBA yang tersebut tak terlalu populer. Mingguan ini diinformasikan bahwa Manuel Charr dan juga Kubrat Pulev akan bertarung pada Bulgaria pada tanggal 7 Desember untuk bersaing untuk penghargaan kelas berat WBA, dua minggu sebelum Oleksandr Usyk dan juga Tyson Fury bertarung lagi untuk bertarung memperebutkan tiga gelar, termasuk gelar kejuaraan kelas berat WBA.
Tunggu dulu, pertanyaan dari penggemar tinju baru, mengapa ada dua sabuk kelas berat WBA? Tolonglah, penggemar tinju baru, apabila Anda ingin bertahan di area tempat ini, Anda harus berhenti mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud masuk akal.
Dan inilah alasannya. Keputusan ini dibuat pada bulan Juli 2011 pasca pertarungan antara bos kelas berat WBA, David Haye, dan juga rekannya dalam IBF juga WBO, Wladimir Klitschko, yang dimaksud menang secara meyakinkan di hal poin, untuk mengangkat petinju jika tanah Ukraina ini ke status juara ‘super’ lantaran ia kemudian mempunyai peringkat dari badan pemeringkatan lainnya, sehingga menimbulkan penghargaan juara ‘reguler’ menjadi kosong.
Tidak diyakini bahwa WBA datang dengan label ‘reguler’ – dia lebih tinggi suka ‘dunia’ – tetapi justru para jurnalis yang tersebut kesal, semakin lama semakin tidaklah mengerti ketika mereka itu mencoba untuk menjelaskan situasinya, yang tersebut memperkenalkannya sebagai cara untuk menguraikan dalam antara keduanya. Catatan: Judul biasa juga dikenal sebagai judul ‘sekunder’ dan, di beberapa materi yang dimaksud diterbitkan, judul ‘palsu’.
Alexander Povetkin lalu Ruslan Chagaev progresif sebagai penantang pada bulan November, membayar biaya sanksi serta terlibat di 12 ronde yang digunakan tak terlupakan untuk bertarung memperebutkan sabuk reguler/sekunder/palsu, yang dimenangkan oleh Povetkin. Petinju Rusia ini kemudian melakukan empat kali pertahanan penghargaan melawan empat petinju yang tak mempunyai peringkat di dalam kelas berat oleh siapa pun selain WBA (Cedric Boswell; petinju kelas jelajah Marco Huck; Hasim Rahman, 73 tahun; dan juga Andrzej Wawrzyk).
Selama periode tersebut, Klitschko mempertahankan gelar kejuaraan super-duper WBA sebanyak empat kali, yang berarti, berkat langkah mereka itu untuk menciptakan sabuk baru, badan pemeringkat yang dimaksud menggandakan uang mereka untuk biaya sanksi pada divisi kelas berat saja.
Pada bulan Oktober 2013, Wladimir mengalahkan Povetkin melalui langkah yang digunakan berat sebelah dan, hei presto, sabuk kelas menengah/sekunder/pemula sekali lagi bukan miliki pemilik. Yah, kita harus segera menyelesaikan kesulitan ini, kata WBA, serta mereka menominasikan petinju favorit lama, Chagaev, dan juga petinju berusia 41 tahun, Fres Oquendo, untuk maju.
Chagaev mengalahkan Oquendo pada bulan Juli 2014, yang tersebut tidak ada mengejutkan mengingat sudah ada 11 tahun sejak Fres mencatatkan kemenangan menghadapi lawan yang secara luas diakui sebagai penantang yang tersebut layak, namun Ruslan – yang mana kemungkinan besar gagal mendapatkan hasil maksimal – dicopot dari jabatannya 20 bulan kemudian lantaran tak membayar 40.750 dolar Amerika Serikat terhadap WBA sebagai sanksi.






