Nasional

Kutip Putusan MK, Budi Gunawan: Aparat Tak Netral dalam pemilihan gubernur 2024 Bisa Dipidana

Fibingunp – JAKARTA – Menteri Koordinator Area Politik kemudian Security (Menko Polkam) Budi Gunawan mengingatkan aparat untuk menjaga netralitas pada Pemilihan Kepala Daerah 2024. Sebab di putusan Mahkamah Konstitusi (MK) aparat yang mana tiada netral dapat dipidana.

“Kualitas pilkada tentunya juga sangat ditentukan oleh netralitas seluruh penyelenggara, termasuk di area dalamnya adalah aparat keamanan, ASN, pejabat-pejabat area sampai tingkat desa,” kata Budi di area Kantor Kemenko Polkam, Mulai Pekan (25/11/2024).

Terlebih putusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah terjadi menguatkan kalau TNI/Polri harus bersikap netral pada acara pemilihan gubernur Serentak 2024. Sebab jikalau melanggar prinsip netralitas terancam hukuman pidana.

“Hal ini telah terjadi dikuatkan oleh putusan MK No 136 PUU XII 2024 tentang Sanksi Pidana bagi aparat yang dimaksud tidak ada netral,” sambung Budi.

Adapun, demi kelancaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024, pada sore ini pihaknya mengadakan rapat koordinasi sama-sama jajaran KPU RI, TNI, Kepolisian serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat berlangsung di area gedung utama kantor Kemenko Polkam, pada Hari Senin (25/11/2024).

Koordinasi dengan pihak terkait itu kata Budi juga untuk melakukan konfirmasi agar tak terjadinya gangguan atau ancaman yang dimaksud mampu mengganggu penyelenggaraan pilkada serentak 2024 ini.

“Oleh karenanya pada hari ini, jajaran Kemenko Polkam telah terjadi melaksanakan rapat koordinasi dengan ketua KPU kemudian seluruh jajaran dari desk pilkada serentak untuk melakukan konfirmasi kembali, kesiapan akhir tahap pencoblosan yang mana akan dilaksanakan pada hari rabu 27 November yang digunakan akan datang,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menghadirkan penduduk untuk sama-sama bergabung terlibat mensukseskan pilkada serentak 2024. Agar pesta demokrasi ini berjalan secara damai kemudian penuh dengan kesejukan.

“Berbeda pilihan adalah hal yang mana biasa, namun yang mana terpenting menjaga persatuan, menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang digunakan sanga kita cintai,” katanya.

Related Articles

Back to top button