Eropa Berondong Sanksi Baru ke Rusia, Minyak Kembali Jadi Sasaran

Fibingunp – JAKARTA – Uni Eropa (UE) menyepakati paket ke-16 sanksi-sanksi baru terhadap Rusia . Sanksi baru yang dimaksud bergulir dalam sedang upaya Washington kemudian Kota Moskow mulai menyelesaikan konflik antara Rusia dan juga Ukraina.
Paket sanksi telah terjadi digulirkan untuk mengisolasi Rusia sejak eskalasi konflik pada Februari 2022. Langkah yang dimaksud termasuk memutus hubungan Rusia dari sistem keuangan Barat, memutuskan hampir semua hubungan perdagangan juga energi dan juga membekukan cadangan devisa Kota Moskow sebuah langkah yang digunakan digambarkan oleh Kremlin sebagai pencurian.
Pertemuan pertama para pejabat Rusia dan juga Amerika pada tiga tahun terakhir telah lama memicu reaksi keras Uni Eropa, sebab negara-negara anggota menuduh Washington membuka kembali dialog dengan Wilayah Moskow tanpa konsultasi terlebih dahulu kemudian mengesampingkan Brussels dari negosiasi.
Langkah-langkah tersebut, yang dimaksud disetujui oleh perwakilan tetap memperlihatkan dari 27 negara anggota Uni Eropa, masih belum sepenuhnya selesai, lantaran para menteri luar negeri Uni Eropa akan mengesahkannya pada hari Senin, demikian AP melaporkan.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von Der Leyen menyambut baik sanksi baru yang dimaksud dengan mengungkapkan pada media sosial bahwa Brussels akan lebih lanjut keras lagi dengan memiliki target tambahan berbagai kapal yang mana mengangkut minyak mentah Rusia dan juga memberlakukan larangan impor serta ekspor baru.
Sanksi-sanksi baru ini termasuk larangan “bertahap” terhadap anggota-anggota Uni Eropa untuk mengimpor beberapa jenis komoditas aluminium Rusia, Financial Times melaporkan, mengutip beberapa orang yang tersebut mengetahui isinya.
Sanksi-sanksi yang diperbarui ini dilaporkan memiliki target 13 bank dan juga 73 kapal tanker yang digunakan untuk mengirim minyak mentah Rusia, lalu juga individu-individu. Selain itu, pembatasan baru ini juga akan menangguhkan izin penyiaran delapan media Rusia.
Pada bulan Januari, Brussels menambah masa berlaku sanksi yang dimaksud telah ada terhadap Rusia hingga akhir Juli. Pembatasan ini sudah pernah berusaha mencapai berbagai sektor kemudian mencakup embargo perdagangan, larangan perjalanan, kemudian sanksi individu terhadap entrepreneur lalu pejabat rakyat Rusia.






