P2G Harap Komitmen Prabowo-Gibran Tambah Gaji Guru Simbol Rupiah 2 Juta Bukan Prank

Jakarta – Perhimpunan Pendidikan serta Guru (P2G) akan menagih janji Presiden kemudian delegasi presiden terpilih, Prabowo Subianto lalu Gibran Rakabuming Raka, untuk memberikan tambahan penghasilan sebesar Mata Uang Rupiah 2 jt bagi guru. Koordinator Nasional (Koornas), P2G Satriwan Salim, mengatakan, janji perihal penghasilan guru akan ditagih setelahnya pelantikan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober mendatang.
“Kami P2G lalu para guru Indonesia sangat berharap bukan di-ghosting, tiada di-prank, tiada diberi harapan palsu oleh Prabowo-Gibran,” kata Satriwan ketika dihubungi, Kamis, 10 Oktober 2024.
Satriwan mengatakan, P2G akan menagih tambahan penghasilan untuk 13 bulan upah di satu tahun. Menurut perhitungan P2G, anggaran yang dimaksud dikeluarkan untuk seluruh guru yang digunakan berjumlah lebih besar dari 3 jt pendatang itu tidaklah sampai Mata Uang Rupiah 100 triliun di satu tahun. Angka itu dinilai masih realistis juga bisa jadi dipenuhi anggaran APBN.
Namun, Satriwan khawatir, Prabowo tak mau memenuhi janji tersebut. Sebab, janji penambahan upah guru yang dimaksud bukan dituliskan di visi juga misi Prabowo-Gibran. Pernyataan itu disampaikan oleh adik Prabowo sekaligus Tim Kampanye Nasional Prabowo Gibran, Hashim Djojohadikusumo ketika kampanye. Meski begitu, Satriwan meyakini, Prabowo-Gibran akan merealisasikan janji itu sebab Hashim merupakan pasukan inti Prabowo-Gibran.
Satriwan juga cemas lantaran penambahan pendapatan yang disebutkan tak masuk komponen di RAPBN Pendidikan RI Tahun 2025. Meski RAPBN Pendidikan naik mencapai Mata Uang Rupiah 722,6 triliun, penambahan penghasilan sebesar Rupiah 2 jt tak ada pada postur.
“Terlepas dari itu, kami akan menagih kemudian menyuarakan ini. Kabarnya pasca pelantikan, Prabowo akan menetapkan kabinet baru. Nanti kami akan secara langsung tagih ke Menteri Pendidikan serta Menteri Keuangan,” kata Satriwan.
Selain itu, P2G akan menagih janji Prabowo-Gibran yang tersebut tertuang di Asta Cita. Dari dokumen itu, Prabowo berjanji bahwa para guru Non-ASN akan mendapatkan kejelasan biaya minimum upah per bulan.
Menurut Satriwan, janji yang disebutkan sesuai dengan Pasal 14 ayat 1 UU Guru serta Dosen. Pasal itu menjelaskan bahwa guru berhak mendapatkan penghasilan dalam berhadapan dengan keperluan minimum kemudian kesejahteraan sosial.
Karena itu, janji Prabowo bentuk komitmen pemenuhan permintaan guru. “Ini bentuk komitmen lantaran guru honorer dan juga non-ASN jarak jauh dari sejahtera. Ada yang dimaksud diupah Rupiah 400 sebulan,” kata Satriwan.
Dua janji itu yang digunakan akan ditagih terhadap Prabowo-Gibran pasca pelantikan. Satriwan pun menyerukan organisasi profesi guru lain menyuarakan hal serupa. Menurut Satriwan, bila semua organisasi profesi guru menyuarakan hal sama, akan mendapatkan perhatian dari Prabowo-Gibran.
“Ketika hakim pada pengadilan mengancam tak melakukan persidangan, cuti atau mogok. Akhirnya direspons Pak Prabowo di dalam DPR. Apakah kami para guru harus melakukan hal serupa? Misalnya melakukan aksi belajar dalam luar kelas?” kata Satriwan.
Satriwan menilai, pada waktu ini merupakan peluang yang mana tepat untuk bersatu dan juga menagih janji untuk Prabowo.
Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo sebelumnya mengungkapkan bahwa Prabowo-Gibran akan menaikan pendapatan guru sebesar Rupiah 2 jt per bulan setiap tahun apabila terpilih pada Pilpres 2024. Bahkan, dijanjikan juga tunjangan hari raya (THR) untuk guru, diantaranya honorer dalam Indonesia
Andika Dwi berkontribusi di penulisan artikel ini.
Artikel ini disadur dari P2G Harap Janji Prabowo-Gibran Tambah Gaji Guru Rp 2 Juta Bukan Prank






