Mercedes Kembangkan Rem Khusus untuk Motor juga Mobil Listrik

Fibingunp – BERLIN – Mayoritas mobil pada waktu ini menggunakan kaliper rem pada cakram rem pada hub roda sebagai sistem pengereman utama pada seluruh roda mobil.
Namun pada masa kini Mercedes telah terjadi melangkah lebih lanjut sangat jauh dengan menempatkan rem pada sistem unit penggerak kendaraan listrik (motor listrik), serta miliki berbagai keunggulan, antara lain tak perlu melakukan servis rem sepanjang umur mobil.
Seperti dilansir dari InsideEVs, kendaraan listrik dapat menggunakan motornya untuk melambat, tidak ada semata-mata menghemat pertentangan rem dari keausan tetapi juga memasukkan listrik ke pada baterainya.
Berbagai perusahaan telah lama mengusulkan berbagai jenis rem untuk kendaraan listrik, mulai dari rem cakram seperti rem tromol yang digunakan digunakan Volkswagen pada semua kendaraan yang digunakan dibangun di dalam berhadapan dengan sistem MEB-nya, seperti ID.4 atau Audi Q4 E-Tron.
VW berpendapat bahwa bahkan pada kendaraan listriknya yang berkekuatan lebih tinggi dari 300 tenaga kuda, rem tromol sudah ada cukup untuk bagian belakang.
Sebagian besar pengereman dilaksanakan oleh rem depan, jadi kembali ke gaya rem lama (yang lebih lanjut terjangkau daripada rem cakram) adalah salah satu cara VW mengadaptasi kendaraannya untuk penggerak listrik.
Mercedes pada masa kini sudah pernah mengambil langkah lebih besar terpencil dengan rem in-drive-nya.
Namun, tidak ada semata-mata membutuhkan pengaturan rem cakram atau tromol tradisional serta memasukkannya ke di unit penggerak.
Menurut laporan media InsideEVs, Mercedes benar-benar menata ulang remnya, juga pada versi sistem yang dimaksud merekan tunjukkan pada Stuttgart minggu lalu, cakramnya berpendingin air kemudian tidaklah berputar, dan juga bantalan rem berbentuk lingkaran serta berputar dengan a motor.
Mercedes mengungkapkan sistem yang disebutkan tak perlu diservis sepanjang masa pakai kendaraan dan juga semua debu rem yang tersebut dihasilkannya disimpan di area pada sistem pada kompartemen yang tersebut bukan perlu dikosongkan.
Standar emisi Euro 7 (EU7) yang digunakan akan datang tak cuma memperhitungkan emisi gas buang, namun juga memperhitungkan emisi partikulat ban serta rem dari kendaraan, sehingga menjaga dari penyebaran debu rem ke lingkungan akan menjadi lebih besar penting di dalam Eropa ketika EU7 diberlakukan. mulai berlaku pada tahun 2026.






