Bisnis

Rajawali Nusindo mengakses prospek kerja sebanding perdagangan pada Papua Nugini

Ibukota Indonesia – Rajawali Nusindo membuka potensi kerja serupa perdagangan ke sektor pangan serta non-pangan dengan Papua Nugini, guna memperluas jaringan distribusi dan juga menguatkan hubungan dunia usaha antara kedua negara.

"Penjajakan ini menyasar kerja identik perdagangan komoditas pangan kemudian non pangan yang digunakan diproduksi serta didistribusikan Rajawali Nusindo," kata Direktur Utama Rajawali Nusindo Wahyu Sakti pada keterangan di dalam Jakarta, Jumat.

Dia menyampaikan, Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan Holding Pangan ID FOOD, melakukan penjajakan perdagangan dengan pemerintah Papua Nugini sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pangan nasional juga menggerakkan tumbuhnya ukuran perdagangan komoditas antar negara.

Wahyu menuturkan bahwa penjajakan yang dimaksud dijalankan pihaknya pada saat menerima kunjungan kerja Pemimpin wilayah Provinsi Sandaun Papua Nugini Toni Wouwou pada Kamis, (10/10) di dalam Jakarta.

Menurutnya, perjumpaan ini merupakan upaya dari kedua pihak untuk memulai pembangunan kerja sebanding pada bidang distribusi pangan guna meningkatkan perekonomian kedua negara.

“Kami fokus mengupayakan kerja sejenis perdagangan produk-produk yang dihasilkan juga telah pasarkan Rajawali Nusindo. Produk-produk kami miliki kualitas yang mana sudah tersertifikasi kemudian terverifikasi sehingga dipastikan memenuhi asal untuk rute perdagangan antar negara,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, barang distribusi Rajawali Nusindo sangat cocok untuk keinginan pangsa dalam Papua Nugini, oleh sebab itu merupakan komoditas sehari-hari dan juga dekat dalam masyarakat, seperti minyak, beras, gula, juga keperluan rumah tangga lainnya.

“Beberapa tahun terakhir bahkan kami telah lama memproduksi komoditas pangan sendiri dengan brand ‘Rania’, diantaranya beras premium, tepung terigu, kecap, minyak, dan juga garam,” jelasnya.

Selain itu, Wahyu menambahkan, Rajawali Nusindo juga mempunyai item non pangan seperti tisu dengan brand ‘Nushi’, hasil PTOC atau Pembenah Tanah Organik Cair yang mana berfungsi untuk memperbaiki kerangka tanah, khususnya tanah yang dimaksud jenuh, agar lebih besar subur juga memunculkan flora berkualitas juga berkuantitas banyak.

Selain itu, pihaknya juga mendistribusikan barang farmasi, alat kesejahteraan untuk rumah sakit serta lembaga keseimbangan pemerintah, dan juga alat juga sarana perkebunan.

Wahyu meyakini, pengalaman kemudian portofolio hasil yang mana dimiliki Rajawali Nusindo pada waktu ini akan membuka kesempatan yang dimaksud tambahan lebar bagi terjalinnya kerja serupa perdagangan regional dengan pemerintah Papua Nugini.

"Dalam perdagangan pada negeri produk-produk kami sudah didistribusikan secara nasional pada modern trade, general trade, serta e-commerce. Rajawali Nusindo juga sudah dipercaya menyalurkan bantuan pangan pemerintah secara nasional, diantaranya bantuan penanganan stunting di dalam 4 provinsi,“ ungkapnya.

Ia juga menggalang kunjungan delegasi Papua Nugini ke Rajawali Nusindo yang dimaksud dapat ditindaklanjuti secara bertahap dengan pembahasan kemudian perjanjian kerja sama.

oleh karena itu kerja serupa perdagangan regional sangat penting untuk menyokong nilai tambah komoditas pada negeri sekaligus meningkatkan devisa negara.

“Hal ini juga berubah jadi salah satu tujuan dari pembentukan Holding Pangan yaitu berubah menjadi perusahaan pangan yang go global,” tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa jumlah perdagangan ekspor Nusantara ke Papua Nugini mencapai tingkat tertinggi di dalam sektor-sektor utama seperti pertanian, pertambangan, dan juga manufaktur.

Demikian pula, aktivitas ekspor Papua Nugini ke Negara Indonesia juga telah terjadi meningkat, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian kedua negara.

Berdasarkan data Hubungan kegiatan ekonomi Negara Indonesia lalu Papua Nugini semakin berprogres sejak beberapa tahun terakhir. Statistik impor menunjukkan ada beberapa negara yang tersebut berkontribusi terhadap nilai impor Papua Nugini, salah satunya Indonesia.

"Berdasarkan data Trademap, total nilai impor Papua Nugini terus meningkat signifikan," tambah Wahyu.

Pada tahun 2021, total impor Papua Nugini sekitar 4,3 miliar dolar AS. Impor terbesar Papua Nugini sebagian besar berasal dari Australia, yang mana di dalam masa mendatang diharapkan sebagian bisa jadi digantikan oleh produk-produk Indonesia.

Adapun kunjungan perwakilan pemerintah Papua Nugini ini merupakan aktivitas lanjut dari perjumpaan lalu business matching kedua pihak pada event Trade Expo Nusantara (TEI) 2024 yang mana diselenggarakan Kementerian Perdagangan.

 

Artikel ini disadur dari Rajawali Nusindo buka peluang kerja sama perdagangan pada Papua Nugini

Related Articles

Back to top button