Seiya Tsutsumi Amankan Sabuk Juara WBA dengan Draw Kontroversial

Fibingunp – Juara bertahan Seiya Tsutsumi mempertahankan sabuk juara WBA kelas bantam setelahnya hasil draw yang digunakan kontroversial di pertarungan berdarah. Ketika semua hal yang dimaksud terjadi pada tahun 2025, para penantang terbaik tahun ini akan mencakup ronde kesembilan dari pertarungan memikat dalam Tokyo antara juara kelas bantam WBA, Seiya Tsutsumi, dan juga Daigo Higa.
Dalam hal kebijakan kontroversial, kemungkinan besar laga merekan juga akan menjadi sorotan. Seiya Tsutsumi yang mana berlumuran darah, dengan mata kirinya yang mana pecah akibat benturan kepala di tempat ronde keempat, nampaknya sudah melakukan lebih lanjut dari cukup untuk mempertahankan gelarnya dengan sebuah kemenangan, namun pertarungan merek mendapat nilai 114-114 – hasil imbang dari ketiga juri.
Sang juara tak mengoreksi hasil akhir pertandingan, namun ia merasa kecewa. Sebaliknya, ia memuji kekuatan kemudian ketangguhan Higa kemudian berterima kasih berhadapan dengan laga tersebut. ”Higa sangat kuat, saya tidaklah menyangka bahwa ini adalah laga yang tersebut sukses bagi saya. Saya yakin saya ingin menjadi lebih tinggi kuat lagi untuk laga-laga selanjutnya,” kata Seiya Tsutsumi.
Pada tahun 2024, Seiya Tsutsumi berada di pertarungan terbaik tahun ini melawan Takuma Inoue. Ia dan juga Higa pernah berlaga sebelumnya, berbagi hasil imbang 10 ronde pada bulan Oktober 2020. Di Tokyo, Jepang, di tempat Ariake Arena, Tsutsumi memulai dengan baik, dengan Higa melakukan serangan balik. Tsutsumi melontarkan tambahan berbagai serangan, namun Higa mencoba menjamin bahwa tiap serangan yang mana ia daratkan miliki makna dengan penuh kebencian lalu niat yang dimaksud kuat.
Tsutsumi menguasai ronde-ronde awal juga tetap memperlihatkan sibuk, namun Higa mendaratkan sebuah pukulan overhand kanan yang memberi peringatan Tsutsumi bahwa ia harus menyerang dengan hati-hati dan juga bukan menyerah. Tetap saja, kedua kepala beradu pada ronde keempat, kemudian Tsutsumi harus menerima luka yang cukup parah di tempat mata kirinya.
Dokter segera dipanggil untuk memeriksa luka yang dimaksud dan, ketika Tsutsumi kembali bangkit dari pojokannya, darah mengalir di tempat sisi wajahnya. Higa segera menyapu area yang rusak dengan hook kiri, lalu Tsutsumi bertarung dengan penuh semangat, jelas khawatir bahwa malamnya terancam berakhir.
Darah mengalir di tempat sisi kanan wajah Tsutsumi pada ronde kelima dan juga keenam, dan juga para penonton dalam pojok arena bersorak ketika Higa menyarangkan pukulan kanannya. Tetapi, itu bukanlah laga yang dimaksud berjalan satu arah. Sang juara melontarkan sebuah tinju kanan pada ronde keenam kemudian masih terus maju. Ia juga mencetak poin ke arah tubuh lawannya, walau ia sempat mengelak dari luka yang dimaksud jelas mengganggunya.
Mereka berebut tempat pada ronde ketujuh, dimana keduanya mencoba meraih keunggulan di area sisi dalam, namun sang juara bertahanlah yang dimaksud lebih tinggi unggul. Higa mungkin saja mengantisipasi terlalu lama atau terlalu berbagai melakukan serangan untuk mengungguli ronde. Saat Higa terkena pukulan kanan yang berarti pada ronde ketujuh, Tsutsumi telah terjadi mengungguli lawannya pada sebagian besar ronde tersebut, dimana ia juga menemukan sasaran untuk uppercut kanannya, yang memproduksi Higa kesulitan menangkis kemudian menghindar.






