Teknologi

Selain Topan Krathon, Berikut 7 Jenis Badai yang digunakan Pernah Menghantam Taiwan

Jakarta – Topan Krathon melanda wilayah Kaohsiung, Taiwan pada Kamis, 3 Oktober 2024, menurut badan meteorologi setempat. Topan itu diperkirakan akan melakukan pergerakan ke arah timur laut juga kemudian ke utara, dengan perkiraan kecepatan empat hingga delapan km per jam. Adapun kecepatan angin hingga 126 km per jam ke dekat pusatnya.

Menurut pusat tanggap bencana setempat, topan Krathon mengakibatkan dua individu yang terjebak jiwa, dua pemukim hilang serta lebih lanjut dari 120 penduduk luka-luka. Dilansir dari Antara, Topan Krathon sudah pernah memaksa penangguhan pembelajaran tatap muka dan juga operasi perusahaan ke 22 wilayah kemudian kota dan juga penangguhan layanan kereta cepat ke Taiwan selatan. Bandar Lingkungan Internasional Taoyuan ke pulau yang dimaksud mengumumkan penangguhan 211 penerbangan.

Bukan pertama kali, topan acap menerjang wilayah Taiwan, satu di antaranya Topan Gaemi menerjang Taiwan pada 23 Juli 2024. Dirangkum dari bermacam sumber, berikut beberapa orang badai dahsyat yang tersebut pernah menyeberangi Taiwan.

1. Topan Gaemi

Dikutip dari Reuters, Topan Gaemi menerjang Taiwan pada 23 Juli 2024. Hal ini menyebabkan penutupan lingkungan ekonomi keuangan kemudian penduduk libur. Sebelumnya, topan yang dimaksud terletak 470 kilometer pada tenggara Tanjung Eluanbi, titik paling selatan Taiwan. Kemudian menggerakkan ke utara-barat laut dengan kecepatan 22 kilometer per jam. Badai yang dimaksud juga menghadirkan angin kencang ke dekat pusatnya dengan kecepatan hingga 144 kilometer/jam dan juga hembusan 180 kilometer/jam, dikutipkan dari Focustaiwan.

2. Topan Koinu

Topan Koinu menerjang Taiwan selatan pada Rabu 4 Oktober 2023. Topan Koinu ini mengakibatkan hujan lebat juga angin dan juga menyebabkan pembatalan 70 penerbangan domestik. Topan Koinu menewaskan satu penduduk dan juga melukai hampir 400 penduduk di dalam Taiwan. Bencana ini menyebabkan kecacatan paling parah di Pulau Anggrek yang mana terpencil di lepas pantai timur Taiwan, lalu rumah bagi sekitar 5.000 orang. Lebih dari 70 perahu terbalik atau tenggelam di dalam pelabuhan ke pulau itu.

3. Topan Haikui

Topan Haikui menghantam Taiwan pada 4 September 2023. Awalnya badai yang disebutkan tampak meninggalkan pulau setelahnya sempat menerjang pada Minggu, 3 September 2023. Namun, Haikui mendarat untuk kedua kalinya pada Senin, 4 September 2023 di dalam barat daya Kaohsiung. Setidaknya 44 pemukim terluka kemudian puluhan ribu rumah kehilangan aliran listrik ketika Topan Haikui melanda Taiwan. Topan Haikui juga mematikan aliran listrik ke lebih lanjut dari 160.000 rumah.

4. Topan Doksuri

Topan Doksuri menghantam Taiwan selatan pada Kamis, 27 Juli 2023. Akibatnya, wilayah Taiwan Selatan menghentikan usaha dan juga sekolah di dalam berada dalam peringatan keras tanah longsor dan juga banjir. Semua penerbangan domestik ditangguhkan, sementara beberapa penerbangan internasional dibatalkan. Layanan kereta api antara Taiwan selatan serta timur juga ditutup. Lebih dari 4.000 khalayak dievakuasi sebagai tindakan pencegahan, sebagian besar pada pegunungan Taiwan selatan kemudian timur.

5. Topan Super Nepartak

Topan Super Nepartak melumat tempat Taitung, selatan Taiwan pada 8 Juli 2016. Siklon tropis atau topan Nepartak terbentuk sejak 5 Juli 2016 ke Samudra Pasifik, sebelah timur Filipina. Setidaknya dua pendatang tewas kemudian 66 luka-luka akibat Topan Nepartak. Topan super yang tersebut disertai angin kencang berkecepatan 198 kilometer per jam ini juga memaksa 15 ribu mengungsi juga dievakuasi dari rumah mereka.

6. Topan Dujuan

Topan super Dujuan menewaskan dua khalayak kemudian menyebabkan lebih besar dari 300 warga luka-luka dalam Taiwan, pada 29 September 2015. Selain itu, Dujuan menyebabkan penutupan sekolah,kantor, juga pemadaman listrik. Dujuan adalah jenis topan yang digunakan dikategorikan sebagai “topan super” oleh biro cuaca regional. Sebelumnya, pihak berwenang telah terjadi menolong lebih tinggi dari 12 ribu orang, kemudian hampir 3.000 warga pada penampungan sementara untuk mengantisipasi datangnya topan.

7. Topan Morakot

Dikutip dari Greenpeace, Topan Morakot menerjang Taiwan pada awal Agustus 2009. Bencana mematikan ini mengakibatkan sedikitnya 677 kematian, sebagian besar akibat tanah longsor. Banjir yang disebutkan juga menyebabkan kerugian pertanian yang digunakan sangat besar hingga hampir US$300 juta. Banyak ribu rumah tangga mengalami pemutusan aliran listrik juga air.

KHUMAR MAHENDRA | GRACE GANDHI | SITA PLANASARI | YUDONO YANUAR | ANNISYA DIANDRA | SUKMA NUGRAHA | LOPPIES | REUTERS | FOCUSTAIWAN | GREENPEACE | ANTARA

Artikel ini disadur dari Selain Topan Krathon, Berikut 7 Jenis Badai yang Pernah Menghantam Taiwan

Related Articles

Back to top button